Penyebab Terjadinya Batu Empedu

Beberapa tahun terakhir jumlah penderita batu empedu meningkat, karena adanya perubahan pola hidup, tingginya konsumsi lemak. Disamping itu terdapat perkembangan teknologi kedokteran untuk diagnosis batu empedu. Sehingga batu yang dahulu belum terdeteksi saat ini mulai terungkap.

Menurut penelitian di Amerika 20 juta penduduk menderita batu kantong empedu dan 750 ribu kasus yang ditemukan harus melalui proses operasi yaitu dengan kolesistektomi (pengangkatan kantong empedu).

Ada jargon popular terkait batu empedu yang menjadi faktor resiko penyakit tersebut, yakni 5F. female, fourty, fat, fertile, dan fancy alias perempuan, usia 40 tahun, gemuk dan memiliki banyak anak, dan suka makan yang enak-enak. Meski demikian, bukan berarti laki-laki tidak bakal terkena batu empedu.

Di samping itu, masih ada faktor lain. Faktor resiko yang dimaksud antara lain dislipidemia, usia lanjut, dan faktor genetik. Dislipidemia sangat erat kaitannya dengan kadar kolesterol yang tinggi dalam darah. Oleh karenanya, terjadinya batu empedu terutama golongan batu kolesterol lebih mungkin terjadi pada mereka yang gemuk dan/atau menderita dislipidemia. Berdasarkan penelitian juga disebutkan bahwa wanita lebih beresiko 4kali lipat terhadap terjadinya batu empedu dibandingkan laki-laki.

Faktor resiko lain yaitu pemakaian obat-obatan hiperlipidemik (golongan fibrat), pemakaian kontrasepsi yang mengandung esterogen dalam jangka panjang, anemia hemolitik, serta pasien dengan kondisi khusus yang pemberian nutrisinya secara parenteral dalam waktu lama. Mengapa obat-obatan hiperlipidemik dapat meningkatkan resiko terjadinya batu empedu? Obat demikian akan mengeluarkan kolesterol yang tersimpan di hati ke kandung empedu. Lama-kelamaan kandungan kolesterol di kandung empedu akan meningkat sehingga kemungkinan terjadinya batu empedu juga lebih besar.

Sementara pada anemia hemolitik terjadi pemecahan hemoglobin yang berlebihan. Kondisi ini akan menyebabkan bilirubin sebagai hasil dari pemecahan hemoglobin menjadi sangat banyak dihati.Bilirubin tersebut selanjutnya akan masuk ke dalam kandung empedu, terjadi pemekatan dan akhirna terbentuklah batu empedu jenis pigmen.

Pada pasien dengan pemberian nutrisi parentera yang lama juga dapat terjadi batu empedu. Hal ini disebabkan terjadinya hipomotilas (melemahnya kontraksi) pada kandung empedu karena tidak ada makanan yang masuk ke dalam saluran pencernaan. Kondisi hipomotilitas ini akan menyebabkan terjadinya batu empedu.

Posted in batu ginjal | Tagged , , , , | Leave a comment

Fakta Seputar Batu Ginjal

Berikut ini adalah fakta-fakta seputar penyakit batu ginjal, antara lain :

1. Batu ginjal hanya bisa dikeluarkan melalui tindakan operasi
Faktanya : Saat ini tidak semua batu ginjal harus dioperasi. Jika ukurannya kecil dapat dikeluarkan melalui teknik ESWL, atau PCNL
2. Penderita batu ginjal tidak boleh banyak bergerak atau berolahraga, karena jika berolahraga bisa membuat batu mencederai ginjal
Faktanya : Orang yang berolahraga malah bisa menghindari terjadinya batu ginjal, dan membantu mengeluarkan batu ginjal yang kecil
3. Mengonsumsi makanan yang asam bisa mengakibatkan batu ginjal
Faktanya : Tidak semua makanan asam mengakibatkan batu ginjal. Jeruk nipis justru bisa membantu mencegah terbentuknya ginjal
4. Adanya batu ginjal bisa mengakibatkan masalah seksual, bahkan mengakibatkan impotensi
Faktanya : Batu ginjal berada pada saluran kemih, dan tidak secara langsung berhubungan dengan fungsi seksual, jadi tidak mengganggu fungsi seksual atau mengakibatkan impotensi
5. Batu ginjal bisa dihilangkan dengan cara dipijat
Faktanya : Organ ginjal berada didalam tubuh, dilapisi kulit dan otot yang tebal, sehingga daya pijatan tidak bisa menghancurkan batu ginjal
6. Batu ginjal bisa dihilangkan dengan minum jamu
Faktanya : Sampai saat ini belum ada jamu yang terbukti ampuh menghilangkan batu ginjal, jamu tersebut berfungsi memperbanyak air seni yang diharapkan bisa mengeluarkan batu ginjal yang berukuran kecil. Perlu diwaspadai bahwa beberapa jamu malah bisa mengakibatkan keracuan pada ginjal.

Posted in batu ginjal | Tagged , , , | Leave a comment

Pencegahan Batu Empedu

Ginjal adalah sepasang organ yang berbentuk seperti kacang merah di rongga perut bagian belakang. Ginjal adalah “mesin” pengatur air dan pencuci darah dalam tubuh. Ginjal bisa menyaring 1,3 liter darah setiap menit. Semua darah yang berada dalam tubuh mengalir melewati ginjal setiap 10 menit sekali, artinya darah disaring 150 kali sehari

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya batu ginjal. Diantaranya :

  • Waspada terhadap infeksi saluran cerna, diketahui bahwa di Indonesia, penyebab paling sering terjadinya batu adalah infeksi. Bila terdapat infeksi di saluran cerna, misalnya ada diare, disentri, tifus dan kalau ada radang di usus besar, radang usus buntu atau liver, harus ditangani dengan tuntas. Seringkali penderita merasa nyaman jika meneruskan pengobatan, padahal bisa jadi kuman masih ada, hanya berdiam diri. Kondisi ini misalnya terjadi pada penyakit tifus.
  • Gaya hidup juga harus diubah, dengan mengurangi konsumsi lemak, santan, atau goreng-gorengan. Perbanyak makan buah, sayuran dengan kandungan serat tinggi yang sangat dibutukan oleh tubuh.
  • Mempertahankan berat badan ideal juga merupakan salah satu strategi. Caranya dengan diet dan berolahraga teratur.
  • Hindari “crash diet”. Mengurangi asupan makanan secara drastis. Jika ingin menurunkan berat badan, cobalah secara bertahap dan sistematis
Posted in batu ginjal | Tagged , , , | Leave a comment